Sabtu, 03 November 2012

Kedewasaan Menuntutku Munafik

Pasti kalian tahu bagaimana nikmatnya jadi diri sendiri. Kalian juga pasti tahu bagaimana nikmatnya tertawa lepas saat kalian bersama orang-orang yang kalian sayangi dan cintai.

Tapi tahukah kalian bagaimana rasanya saat keadaan itu berbalik? Tahukah kalian saat semua rasa itu membeku ditelan kemunafikan? Saat kalian dituntut menjadi dewasa dan meninggalkan semua makna kekonyolan itu? Pernahkah kalian dalam posisi itu? Haruskah dewasa seperti itu?

Terkadang aku memikirkan bagaimana jika aku terus dituntut seperti ini? Dewasakah aku atau terlihat bodohkah aku? Aku pikir ini hal gila! Kau harus menjadi orang munafik di tempat yang seharusnya kau menjadi dirimu sendiri. Kau berlagak tenang, kau berlagak idealis padahal dalam hati kau menangis menginginkan keadaan bebas. Apakah ini adil?

Sadarkah kalian bahwa ini semua bernama tuntutan kemunafikan? Di sini aku dituntut menjadi seorang yang munafik. Aku harus menahan tawa saat kejadian lucu melintas. Aku menjadi tegak, membeku, dan terlihat seperti orang bermuka masam.

Aku tak ingin seperti ini. Namun, nampaknya keadaan mengajariku bahwa kedewasaan menuntut siapa saja. Tapi, haruskah kedewasaan menyekat kebahagianku untuk tertawa lepas dengan orang terdekatku? Ya, nampaknya ini memang sebuah siklus hidup. Ada saat di mana kau sudah melewati siklus kanak-kanak dan ada pula saatnya kau harus menjadi dewasa. Aku tak ingin memaksakan diri untuk menjadi dewasa. Aku ingin menikmati prosesnya tanpa dipaksa.

Jika waktu bisa berputar ulang, aku ingin waktu membawaku ke masa kanak-kanakku. Masa di mana aku merasakan kebahagiaan tanpa sekat dan aturan. Tanpa tuntutan dan tanpa paksaan.

Waktu, mengertilah.. Aku hanya ingin menjadi seorang yang dewasa ketika ada seseorang benar-benar mampu mengajariku menjadi seorang yang dewasa. Mungkin dia pasangan hidupku. Kelak...

HATI❤❤

Hai hati, apa kabar? Apakah kau baik-baik saja? Kemarin aku mengetuk pintu rumahmu, tetapi mengapa tak kau bukakan? Apakah kau masih merasa sakit? Kemarin penjaga pintumu memberitahuku bahwa dirimu masih dalam keadaan sakit. Sakit berkepanjangan karena aku. Maafkan aku hati.

Aku tak menyadari bahwa kau sakit saat otakku memikirkan dia. Kau sakit saat mataku terus memandangi dia. Dan kau sangat sakit saat aku terus meratap kepergiannya.

Hati, maafkan aku yang terus mengabaikanmu. Mataku buta saat otakku terus berharap bahwa keadaan ini akan membaik. Aku terus mengabaikanmu dan membuatmu terluka.. Tak kusangka keadaan ini terus membuatmu rapuh dan terkulai.

Hati, saat ini aku sudah pulih. Saat ini logikaku sudah kembali. Aku sudah tersadar bahwa aku tak pantas terus membuatmu terluka walaupun dialah yang seharusnya kusuruh membayar semua lukamu. Hati, maukah kau memaafkanku? Maukah kau berdamai denganku? Dan maukah kau menyatu dengan logika baruku ini?

Hati, tolong buka pintumu. Aku membawa segenggam obat untukmu. Obat dari negeri jauh yang kupesan dari Tuhan. Obat yang telah lama kunantikan. Obat yang telah lama Tuhan simpan sampai aku siap menerimanya. Obat ini dinamai-Nya "Kebahagiaan." Obat ini yang seharusnya telah kuberikan padamu sejak dulu. Obat ini membawa secercah harapan untuk ruangmu yang kosong. Obat ini yang telah mampu mebuatku kembali tersenyum. Obat ini nampaknya serasi denganmu. Lihatlah, aromanya membawa warna terang untuk ruangmu. Aroma tubuhnya melukiskan warna langit yang sore dan cerah. Tuhan berkata bahwa aroma obat ini bernama "Cinta Baru." Jaga dia baik-baik. Kutitipkan dia di dalam ruangmu agar aromanya mampu menyembuhkanmu dari keterpurukan luka lamamu.

Jumat, 02 November 2012

Bahagia Itu Sederhana, Loh..


Semua orang pasti mau hidup bahagia. Tapi tunggu deh, bahagia kayak apa nih? Kebahagiaan? Apa sih definisi kebahagiaan? Hidup mewah? Punya pacar selebritis? Punya uang berlimpah? Atau... punya emas bertumpuk? Kayanya nggak juga deh. Secara hurufiah kayanya bukan itu deh. Mari kita cek!Kebahagiaan, kata dasarnya bahagia yang artinya [menurut KBBI]; keadaan atau perasaan senang tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); beruntung atau berbahagia. Atau kebahagiaan [menurut KBBI]; perasaan bahagia, kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin), keberuntungan, kemujuran yang bersifat lahir batin.

Aduuuuhhhh! Ribet banget ya! Mau bahagia aja pake ngecek kamus dulu hahaha :D

Menurut gue, kebahagiaan itu sederhana deh. Kebahagiaan itu keputusan! Hmm.. kok gitu? Gini nih. Contohnya, lo punya mobil mewah tapi gaada bensin, nggak bahagia kan? Terus, lo punya pacar selebritis tapi lo nggak dianggep, nyesek kan? Jadi, apa itu yang namanya kebahagiaan.Bahagia itu gak menuntut kesempurnaan keadaan, bahagia itu juga gak perlu materi berlimpah. Bahagia itu adalah keputusan. Keputusan di mana lo sanggup membuat suatu masalah atau keadaan terlihat gaada artinya dengan adanya keputusan dan tindakan lo untuk merubah segalanya. Misalnya lo lagi bermasalah sama yang namanya cinta (cinta lagi, cinta lagi :p). Lo sedih, lo galau, lo gak bergairah jalanin hidup lo waktu lo jomblo karena diputusin atau diduain. Lo pasti nggak bahagia kan saat itu? Mau bahagia? Gampang loh! Lo mesti cepet ambil keputusan! Lo tersenyum aja dan mencoba untuk bersyukur aja. Yakin deh, senyum itu membantu 60% ngurangin kesedihan lo :)

Terus, misalnya lagi lo lagi kesel karena kadang ngerasa siklus hidup lo gitu-gitu aja. Lo ngeluh mulu. Pasti lo nggak bahagia kan? Nah, gampang. Inget aja, kebahagiaan itu keputusan! Lo bisa ngubah nasib lo itu. Lo cukup gali hobi lo, masuk ke dalamnya, temuin jati diri lo di sana, asik di dalamnya. Nah, pasti hidup lo lebih berwarna deh. Dengan kayak gitu, lo cukup bahagia kan? ;)Jadi, masih mau bilang kalo cari bahagia dan kebahagiaan itu susah? Kebahagiaan itu sebenernya deket sama kita.

Semuanya tergantung dengan cara gimana kita nyikapin semua masalah kita atau gimana cara kita bikin hidup kita ini lebih asik. Jangan takut buat ambil satu keputusan. Lo bisa bahagia ya... semua tergantung gimana cara lo bikin keputusan yang baik pula. Atau kalo mau lebih gampang lagi, setiap lo lagi sedih atau tiba-tiba galau, lo cukup bilang "gue gaboleh nih sedih kayak gini. Gue mau bahagia!" Nah, udah. Kata-kata itu pasti jadi motivasi buat lo buat bangkit dan semangat lagi (y).Bahagia = keputusan = niat. Jadi, kebahagiaan bukan karena sekedar materi tapi juga karena ada niat pelakunya. Berbahagialah dan berbahagialah :D #BangNapiJadiMarioTeguh :p


Cinta di Ambang Batas Deklaratif

Dulu cintaku padamu penuh deklaratif. Cinta yang tak pernah menuntut banyak hal dan cinta yang selalu menerima dirimu apa adanya. Cinta tak bersyarat yang kucurahkan setulus hatiku padamu. Tapi.. semuanya sirna!  Sirna saat kau memberi deklaratif hatimu pada “dia.” Dia, sesorang yang tak asing bagimu. Dia yang nampaknya dulu lebih membuatmu bahagia dari pada saat ini kau bersamaku. Dia yang dulu lebih memberikanmu warna biru disetiap harimu.
Sekarang aku hanya bisa terdiam. Terdiam menangis pilu. Ingin rasanya kuhapuskan deklaratif itu dari list perjalanan cinta kita. Ingin rasanya kuhapuskan ruang indah penuh warna biruku dari hatimu. Sekarang ruang itu sudah berubah menjadi warna hitam, tertoreh nila setitik yang membangkitkan kepiluan.
Apakah kau menyadarinya? Apakah kau memikirkannya? Apakah kau menangisinya? Ataukah kau melupakan dan menertawakannya? Kini semuanya menjadi interogatif. Ya! Cinta deklaratifku berubah menjadi cinta interogatif. Cinta deklaratifku tak seindah maknanya dulu. Dan semua berubah saat kunyatakan cintaku di ambang batas deklaratif.