understandingWords
you can change ur world with ur words
Selasa, 04 Desember 2012
Sabtu, 03 November 2012
Kedewasaan Menuntutku Munafik
Pasti kalian tahu bagaimana nikmatnya jadi diri sendiri. Kalian juga pasti tahu bagaimana nikmatnya tertawa lepas saat kalian bersama orang-orang yang kalian sayangi dan cintai.
Tapi tahukah kalian bagaimana rasanya saat keadaan itu berbalik? Tahukah kalian saat semua rasa itu membeku ditelan kemunafikan? Saat kalian dituntut menjadi dewasa dan meninggalkan semua makna kekonyolan itu? Pernahkah kalian dalam posisi itu? Haruskah dewasa seperti itu?
Terkadang aku memikirkan bagaimana jika aku terus dituntut seperti ini? Dewasakah aku atau terlihat bodohkah aku? Aku pikir ini hal gila! Kau harus menjadi orang munafik di tempat yang seharusnya kau menjadi dirimu sendiri. Kau berlagak tenang, kau berlagak idealis padahal dalam hati kau menangis menginginkan keadaan bebas. Apakah ini adil?
Sadarkah kalian bahwa ini semua bernama tuntutan kemunafikan? Di sini aku dituntut menjadi seorang yang munafik. Aku harus menahan tawa saat kejadian lucu melintas. Aku menjadi tegak, membeku, dan terlihat seperti orang bermuka masam.
Aku tak ingin seperti ini. Namun, nampaknya keadaan mengajariku bahwa kedewasaan menuntut siapa saja. Tapi, haruskah kedewasaan menyekat kebahagianku untuk tertawa lepas dengan orang terdekatku? Ya, nampaknya ini memang sebuah siklus hidup. Ada saat di mana kau sudah melewati siklus kanak-kanak dan ada pula saatnya kau harus menjadi dewasa. Aku tak ingin memaksakan diri untuk menjadi dewasa. Aku ingin menikmati prosesnya tanpa dipaksa.
Jika waktu bisa berputar ulang, aku ingin waktu membawaku ke masa kanak-kanakku. Masa di mana aku merasakan kebahagiaan tanpa sekat dan aturan. Tanpa tuntutan dan tanpa paksaan.
Waktu, mengertilah.. Aku hanya ingin menjadi seorang yang dewasa ketika ada seseorang benar-benar mampu mengajariku menjadi seorang yang dewasa. Mungkin dia pasangan hidupku. Kelak...
HATI❤❤
Hai hati, apa kabar? Apakah kau baik-baik saja? Kemarin aku mengetuk pintu rumahmu, tetapi mengapa tak kau bukakan? Apakah kau masih merasa sakit? Kemarin penjaga pintumu memberitahuku bahwa dirimu masih dalam keadaan sakit. Sakit berkepanjangan karena aku. Maafkan aku hati.
Aku tak menyadari bahwa kau sakit saat otakku memikirkan dia. Kau sakit saat mataku terus memandangi dia. Dan kau sangat sakit saat aku terus meratap kepergiannya.
Hati, maafkan aku yang terus mengabaikanmu. Mataku buta saat otakku terus berharap bahwa keadaan ini akan membaik. Aku terus mengabaikanmu dan membuatmu terluka.. Tak kusangka keadaan ini terus membuatmu rapuh dan terkulai.
Hati, saat ini aku sudah pulih. Saat ini logikaku sudah kembali. Aku sudah tersadar bahwa aku tak pantas terus membuatmu terluka walaupun dialah yang seharusnya kusuruh membayar semua lukamu. Hati, maukah kau memaafkanku? Maukah kau berdamai denganku? Dan maukah kau menyatu dengan logika baruku ini?
Hati, tolong buka pintumu. Aku membawa segenggam obat untukmu. Obat dari negeri jauh yang kupesan dari Tuhan. Obat yang telah lama kunantikan. Obat yang telah lama Tuhan simpan sampai aku siap menerimanya. Obat ini dinamai-Nya "Kebahagiaan." Obat ini yang seharusnya telah kuberikan padamu sejak dulu. Obat ini membawa secercah harapan untuk ruangmu yang kosong. Obat ini yang telah mampu mebuatku kembali tersenyum. Obat ini nampaknya serasi denganmu. Lihatlah, aromanya membawa warna terang untuk ruangmu. Aroma tubuhnya melukiskan warna langit yang sore dan cerah. Tuhan berkata bahwa aroma obat ini bernama "Cinta Baru." Jaga dia baik-baik. Kutitipkan dia di dalam ruangmu agar aromanya mampu menyembuhkanmu dari keterpurukan luka lamamu.
Jumat, 02 November 2012
Bahagia Itu Sederhana, Loh..
Semua orang pasti mau hidup bahagia. Tapi tunggu deh, bahagia
kayak apa nih? Kebahagiaan? Apa sih definisi kebahagiaan? Hidup mewah? Punya
pacar selebritis? Punya uang berlimpah? Atau... punya emas bertumpuk? Kayanya
nggak juga deh. Secara hurufiah kayanya bukan itu deh. Mari kita
cek!Kebahagiaan, kata dasarnya bahagia yang artinya [menurut KBBI]; keadaan
atau perasaan senang tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); beruntung
atau berbahagia. Atau kebahagiaan [menurut KBBI]; perasaan bahagia, kesenangan
dan ketenteraman hidup (lahir batin), keberuntungan, kemujuran yang bersifat
lahir batin.
Aduuuuhhhh! Ribet banget ya! Mau bahagia aja pake ngecek kamus
dulu hahaha :D
Menurut gue, kebahagiaan itu sederhana deh. Kebahagiaan itu
keputusan! Hmm.. kok gitu? Gini nih. Contohnya, lo punya mobil mewah tapi gaada
bensin, nggak bahagia kan? Terus, lo punya pacar selebritis tapi lo nggak
dianggep, nyesek kan? Jadi, apa itu yang namanya kebahagiaan.Bahagia itu gak
menuntut kesempurnaan keadaan, bahagia itu juga gak perlu materi berlimpah.
Bahagia itu adalah keputusan. Keputusan di mana lo sanggup membuat suatu
masalah atau keadaan terlihat gaada artinya dengan adanya keputusan dan
tindakan lo untuk merubah segalanya. Misalnya lo lagi bermasalah sama yang
namanya cinta (cinta lagi, cinta lagi :p). Lo sedih, lo galau, lo gak bergairah
jalanin hidup lo waktu lo jomblo karena diputusin atau diduain. Lo pasti nggak
bahagia kan saat itu? Mau bahagia? Gampang loh! Lo mesti cepet ambil keputusan!
Lo tersenyum aja dan mencoba untuk bersyukur aja. Yakin deh, senyum itu
membantu 60% ngurangin kesedihan lo :)
Terus, misalnya lagi lo lagi kesel karena kadang ngerasa siklus
hidup lo gitu-gitu aja. Lo ngeluh mulu. Pasti lo nggak bahagia kan? Nah,
gampang. Inget aja, kebahagiaan itu keputusan! Lo bisa ngubah nasib lo itu. Lo
cukup gali hobi lo, masuk ke dalamnya, temuin jati diri lo di sana, asik di
dalamnya. Nah, pasti hidup lo lebih berwarna deh. Dengan kayak gitu, lo cukup
bahagia kan? ;)Jadi, masih mau bilang kalo cari bahagia dan kebahagiaan itu
susah? Kebahagiaan itu sebenernya deket sama kita.
Semuanya tergantung dengan cara gimana kita nyikapin semua masalah
kita atau gimana cara kita bikin hidup kita ini lebih asik. Jangan takut buat
ambil satu keputusan. Lo bisa bahagia ya... semua tergantung gimana cara lo
bikin keputusan yang baik pula. Atau kalo mau lebih gampang lagi, setiap lo
lagi sedih atau tiba-tiba galau, lo cukup bilang "gue gaboleh nih sedih
kayak gini. Gue mau bahagia!" Nah, udah. Kata-kata itu pasti jadi motivasi
buat lo buat bangkit dan semangat lagi (y).Bahagia = keputusan = niat. Jadi,
kebahagiaan bukan karena sekedar materi tapi juga karena ada niat pelakunya.
Berbahagialah dan berbahagialah :D #BangNapiJadiMarioTeguh :p
Cinta di Ambang Batas Deklaratif
Dulu
cintaku padamu penuh deklaratif. Cinta yang tak pernah menuntut banyak hal dan
cinta yang selalu menerima dirimu apa adanya. Cinta tak bersyarat yang
kucurahkan setulus hatiku padamu. Tapi.. semuanya sirna! Sirna saat kau memberi deklaratif hatimu pada “dia.”
Dia, sesorang yang tak asing bagimu. Dia yang nampaknya dulu lebih membuatmu
bahagia dari pada saat ini kau bersamaku. Dia yang dulu lebih memberikanmu
warna biru disetiap harimu.
Sekarang
aku hanya bisa terdiam. Terdiam menangis pilu. Ingin rasanya kuhapuskan
deklaratif itu dari list perjalanan
cinta kita. Ingin rasanya kuhapuskan ruang indah penuh warna biruku dari
hatimu. Sekarang ruang itu sudah berubah menjadi warna hitam, tertoreh nila
setitik yang membangkitkan kepiluan.
Apakah
kau menyadarinya? Apakah kau memikirkannya? Apakah kau menangisinya? Ataukah kau
melupakan dan menertawakannya? Kini semuanya menjadi interogatif. Ya! Cinta
deklaratifku berubah menjadi cinta interogatif. Cinta deklaratifku tak seindah
maknanya dulu. Dan semua berubah saat kunyatakan cintaku di ambang batas
deklaratif.
Selasa, 24 Juli 2012
LUKA SEBELAS HARI
Sebelas hari yang harusnya menjadi bersejarah
Sebelas hari yang harusnya kudapati cintamu
Sebelas hari yang harusnya kubanggakan
Sebelas hari yang harusnya kutemukan bahagiaku di sana
Sekarang sudah menjadi lautan air mata tiada henti
Sekarang sudah menjadi goresan luka mendalam
Sekarang sudah menjadi kisah pahit yang membelenggu
Dan akhirnya tiada lagi kutemukan senyumku di sana
Kau takkan pernah tau rasa apa ini
Kau hanya terdiam dan menatap tanpa iba
Kau hanya mengibas semua janji palsumu
Kau hanya perduli pada jejak cinta palsumu
Mana semua harap yang kau beri?
Mana semua indah janjimu?
Kau hanyalah sepenggal kisah,
Kisah pilu yang hampir tak bisa kulupakan
Jumat, 20 Juli 2012
HILANGNYA HARAPAN
Aku berharap dirimu kembali
Namun, kini kau meninggalkanmu
Di sini kucoba tersenyum
Dan kucoba melupakan dirimu
Hilangnya harapanku saat kau hempas senyum palsumu
Kau buang semua angan tentang kita,
angan saat bahagia dan menangis bersama,
saat kita lalui semuanya bersama
Kini pergilah senyum indahmu
Pergi bersama semua anganku
Kau buang semua harapan
Dan kau lupakan diriku
KEHIDUPAN
Kehidupan...
Kehidupan bagaikan angin,
dapat berhembus seketika waktu
dapat berlalu secepat angin
Banyak cobaan yang terjadi,
banyak kisah yang kulalui
Hidup tak akan terhenti
Sampai akhir waktuku nanti
Cerita kehidupan akan terus berganti
Realita kehidupan menjadi pedoman dalam diri
Iman mampu mengatasi segalanya,
asal Tuhan menjadi tumpuan satu-satunya
KESEDIHAN CINTAKU
Setelah kusadari kini kau bukan milikku lagi
Kau yang selalu kutangisi setelah perpisahan ini
Kau yang selalu kubutuhkan, kini t'lah pergi meninggalkanmu
Hari-hariku serasa tak berarti,
tanpa kau disisiku
Kesedihan ini tak dapat kuhindarkan setelah semua berakhir
Hancurnya hatiku saat kutahu,
kau memang bukan milikku lagi
Cinta...
Kutak mengerti dengan semua ini
Maafkanlah aku kar'na aku tak bisa melupakanmu
KESEMUAN
Terkadang hidup memang menyenangkan, menyakitkan, membosankan
Bosan karena melewati siklus hidup yang tak sesuai dengan rencana
Dunia menciptakan bermacam-macam perasaan, permasalahan, dan keinginan
Permasalahan yang tak diinginkan, timbul di saat yang tak tepat
Permasalahan yang tak bisa dihadapi, rasanya selalu timbul
Dan...keinginan yang diharapkan tak kunjung datang
Jadi, kapan dikatakan kalau dunia itu indah?
Hal apa yang dapat mengalahkan sakitnya hidup yang dijalani?
Cintakah? Sepertinya tidak!
Atau...cinta sejatikah? Tapi dimana?
Mengapa ia tak pernah menghampiri hidupku?
Hanya harapan dan pengorbanan yang tak berarti
Yang kudapati, kuberikan, dan kuhadapi
Kapankah kebahagiaan itu datang?
Akankah ia datang saat ajalku menjemput?
Saat semua orang menangisi kepergianku?
Saat itulah aku akan tahu, bahwa masih ada cinta yang tersisa untukku...
Langganan:
Postingan (Atom)